Kamis’ 16
Oktober 2014
Mbah syukur banyuwangi
Didesa langgundih , dusun keramat , bangkalan , ada
seorang kiai berbangsa sayyid bernama
Asror bin abdullah bin ali al - akbar bin sulaiman basyaiban. Ibu sayyid
sulaiman adalah syarifah khadijah binti hasanuddin bin hidayatullah ( sunan
gunung jati ).beliau dikenal dengan kiai “asror keramat “ , dinisbatkan pada
kampung beliau . kemudian oleh sebagian
orang dirubah menjadi “ asror karomah”, mungkin dalam rangka mengarabkan
kalimat “keramat “.beliau menurunkan ulama-ulama besar madura dan jawa.kiai
asror memiliki putra dan putri diantara mereka adalah kiai abbas dan kiai hamim
, melalui kiai abbas kiai asror memiliki cucu bernama kiai kaffa bil
mar’i(sebutan kiai kaffal).dan melalui kiai hamim , beliau memiliki cucu kiai
abdul lathif . dan salah seorang putri
kiai asror dinikahkan dengan kiai khotim ,ayah dari kiai Nur hasan pendiri
pesantren sidogiri pasuruan. Kiai abdul lathif memiliki putri bernama siti
maryam dan siti sa’diyah .kemudian nyai maryam dinikahkan dengan kiai kaffal
dan nyai sa’diyah dinikahkan dengan kiai ahmad daerah socah, bangkalan.kiai
abdul lathif adalah seorang da’i keliling.beliau menjalani kehidupan sufi yang
tidak menghiraukan hal-hal keduniaan. Apalagi sepeninggal ummu maryam ( ibunyai maryam),sejak saat itu
beliau lebih aktif dakwah ke kampung – kampung , beliaupun jarang pulang
kerumah karena putri –putri beliau telah bersuami dan telah mandiri .pada suatu
hari , setelah beberapa tahun kiai abdul lathif tidak pulang ke rumah
,tiba-tiba beliau datang membawa seorang anak laki-laki kira-kira berumur tujuh
tahunan.kiai abdul lathif berkata pada nyai maryam : “wahai maryam , aku telah
menikah lagi dan ini adikmu “ kholil”.kutinggalkan ia bersama kalian , didiklah
dia sebagaimana aku mendidikmu.”setelah itu kiai abdul lathif pergi lagi
sebagaimana biasa.tidak ada yang tahu kapan persisnya kejadian itu . cerita ini
mengingatkan kita pada cerita nabi ibrahim as.bagaimana beliau harus
meninggalkan ismail , putra beliau yang
masih bayi ,disebuah lembah yang gersang (mekah), sementara beliau harus pergi
jauh ke palestina untuk menjalankan tugas dakwah, siapa yang tidak sedih
menyimak cerita ini , seorang ayah yang bersabar meninggalkan anaknya yang
masih kecil , padahal betapa mnyenangkanya memeluk menatap dan bercanda dengan
seusia kholil kecil saat itu.demikin pula dengan nyai maryam , sebenarnya
beliau sangat sedih ditinggal oleh sang ayah.diusia yang mulai senja ,inginnya
hati nyai maryam merawat sang ayah ,mestinya sang ayah sudah waktunya istirahat
.namun nyai maryam sadar bahwa keluarga meraka adalah keluarga pengabdi
agama,tidak ada istirahat untuk dakwah sampai ajalpun tiba , istirahat mereka
adalah diperaduan abadi bersama para leluhur mereka .menurut sebagian riwayat ,
sejak saat itu kiai abdul lathif tidak pernah pulang lagi . maka hari itu
adalah hari terakhir beliau melihat nyai maryam dan putra sulungnya beliau itu.
Kelahiran Mbah Syukur
Dalam versi lain diungkapkan setelah sepeninggal
ummu maryam ,kiai abdul lathif lebih aktif berdakwah ke kampung –kampung ,beliaupun
jarang pulang kerumah, dengan demikian beliaupun ingin mengakhiri masa
kesendirianya dengan menikahi gadis tulen asal martajasah yang bernama nyai
ummu rahma. kedua pasangan ini dikarunia dua orang putra ( muhammad kholil dan
yangsatunya tidak diketahui).namun dalam sejarah mencatat madura en zijin vorstenhuis, adik dari syekh kholil sendiri adalah mbah ngabdul
syukur , yang konon beliau gemar bertapa
digunung geger bangkalan sebelum berpindah ke ujung timur pulau jawa.sebagian sesepuh
keturunan syekh kholil ada yang memperkirakan bahwa syekh kholil lahir pada
hari selasa 11 jumadil akhir 1252 H
tanggal 27 januari tahun 1820M. sementara
mbah syukur lahir pada tahun 1835 masehi.tanpa diketahui tanggal dan bulannya ,
dalam hitungan masehi syekh kholil dengan mbah syukur berjarak 15 tahun.
Pendidikan
Nyai maryam
bersama sang suami , kiai kaffal ,merawat dan mendidik kholil kecil . mengajarinya
membaca alquran dan ilmu –ilmu dasar agama. Melihat kecerdasan dan bakat kholil
kecil, kiai kaffal dan nyai maryam berpikir untuk memondokanya ke sebuah
pesantren , agar kholil kecil dapat menimba ilmu dan terdidik lebih serius
.maka mereka pun memilih pesantren bunga gresik yang diasuh oleh kiai sholeh
itu.tidak berapa lama kemudian setelah kholil kecil mondok dibunga , terjadilah
suatu peristiwa yang aneh. Ceritanya suatu ketika kiai sholeh pulang dari dari
kondangan dalam keaadan lapar . karena sudah waktunya sholat , maka beliaupun
meninggalkan bakul “ berkat”(makanan oleh- oleh kenduren )diatas sebuah meja
dan bermaksud memakanya seusai shalat. Kiai sholeh kemudian mengimami sholat
dimusholla pesantren bersama santri –santri beliau .ketika sedang shalat itu
tiba – tiba ada suara anak kecil tertawa cekikikan di belakang kiai sholeh
.setelah sholat selesai kiai sholeh
bertanya dengan nada marah. “ siapa yang tertawa tadi ? maka berkatalah salah
seoang santri : “ ini kiai bocah dari madura ini yang tertawa.setelah dzikir
kiai sholeh memanggil bocah madura yang tidak lain adalah kiai kholil kecil itu
. kiaipun memarahinya dan memukul kakinya dengan tidak terlalu keras seraya
berkata “ jangan ulangi lagi ya? Kalau waktu sholat jangan bergurau” maka
kholil kecilpun menjawab : “ tapi kiai saya tidak bergurau, kok .saya tertawa
karena saya melihat kiai sambil berjoget dan dikepala kiai ada ada bakul
nasinya.”mendengar kata-kata kholil
kecil itu , kiai sholeh menjadi terkejut dan heran ,beliau teringat bahwa
ketika sedang sholat , beliau memang sedang nasi berkat ,beliau sempat khawatir
karena lupa tidak menitipkan nasi berkat itu ,beliau khawatir nasi itu ada
yanga memakanya .karena beliau sedang sangat lapar dan dirumah beliau tidak ada
makanan lagi selain nasi berkat itu .menyadari hal yang aneh itu kiai sholeh
yakin bahwa kholil kecil bukanlah anak sembarangan. Keesokan harinya ,kiai
sholeh mengajak beberapa santrinya pergi ke bangkalan untuk menemui kiai
kaffal, kiai sholeh langsung berbicara mengenai kholil kecil.” Kiai kafal
sebenarnya kholil ini anak siapa? Dia anak mertua saya jadi dia adik ipar saya
, saudara istri saya dari lain ibu .
Lalu dimana kiai abdul lathif sekarang ? tidak tahu
, beliau memang tidak pernah pulang ,beliau suka kelilling kekampung –kampung
untuk berdakwah . beliau menyerahkan kholil kepada kami.
“Kiai kaffal , kholil itu adalah anak yang luar
biasa ,saya rasa ,saya kurang pas untuk mendidik dia cari saja kiai lain yang
lebih mumpini dari pada saya “.demikianlah inti pembicaraan kiai sholeh dengan
kiai kaffal.maka kiai kaffalpun menjemput kholil kecil dari bunga . tidak
berapa lama kemudian syekh kholil dipondokkan dipesantren cangaan bangil
pasuruan yang diasuk oleh kiai asyik,
berapa tahun kemudian kholilpun sudah mnginjak remaja dan ia pindah ke
pesantren kebon candi pasuruan yang diasuh oleh kiai Arif . kholil muda belajar
dan tinggal di pesantren kebon candi , namun sambil belajar pada kiai Nurhasan
sidogiri .setiap berangkat ke sidogiri ,beliau jalan kaki dari kebon candi yang
berjarak kurang lebih tujuh kilo meter dalam perjalanan ,baik pergi maupun
pulangnya, beliau membaca yasin empat puluh kali .tiga pesantren itu adalah
tempat menimba ilmu syekh kholil secara akurat dan otentik ,selain itu ada
beberapa beberapa riwayat bahwa beliau juga pernah mondok didua tempat yaitu
pesantren langitan tuban dengan asuhan kiai muhamad Nur ( 1852 – 1870 ) dan
pesantren dibanyuwangi dengan asuhan kiai mas sholeh ( tidak ditemukan)
Selama dipesantren , syekh kholil terkenal sebagai
santri yang rajin dan sabar , beliau menjalani hidup yang memprihatinkan karena
memang beliau nyantri dengan hidup mandiri tanpa ada yang membiayai .karena
beliau banyak memanfaatkan waktu untuk belajar , beliau pun tidak sempat kerja
cukup untuk mendapat makanan layak yang layak , dan akibatnya beliau harus
makan –makanan yang sangat tidak layak , seperti : makanan sisa , makanan basi
yang telah dijemur, kulit semangka, dsb.sebenarnya , hidup seperti itu tidak
memperhatikan buat syekh kholil karena beliau memiliki kebanggaan dan kenikmatan
lain melebihi makanan lezat dan hidup
mewah , yaitu kenikmatan dan kebanggaan ilmu . maka dari itu ,walaupun beliau
menjalani hidup yang memperihatinkan menurut beliau sendiri wajah beliau tidak
kalah bersahaja dari teman –teman beliau yang hidupnya berkecukupan.setelah
cukup dewasa syeikh kholil bermaksud melanjutkan belajar ke mekah.
Menuntut Ilmu Ke Tanah Haram
Dalam buku “ surat
kepada anjing hitam “ ,saifur rachman menulis bahwa sebelum belajar dimekah , syekh
kholil belajar kholil belajar di
banywangi . saifur rachman berkata: inilah pesantren kiai kholilyang ditempuh
dijawa .selama dipesantren ini kholil santri mempunyai kisah tersendiri .
pengasuh pesantren ini mempunyai kebun kelapa yang sangat luas , kholil santri
menjad buruh memetik kelapa dengan upah 80 pohon mendapat tiga sen .semua hasil
memetik kelapa disimpan didalam peti lalu dipersembahkan pada kiai. Tentang
biaya makan sehari –sehari , kholil santri yang menjalani hidup prihatin .
terkadang menjadi pembantu kiai ( khaddam ) kiai , mengisi bak mandi, . bahkan
kholil santri sering menjadi juru masak kebutuhan teman-temanya. Dari kehidupan
prihatin itu kholil santri mendapat makan Cuma-Cuma, sesudah cukup dipesantren
itu, gurunya menganjurkan kholil untuk melanjutkan belajarnyake mekkah . uang
dalam peti yang dahulu dihaturkan kepada kiai , kemudian oleh kiai diserahkan
kembali pada kholil sebagai bekal belajar di mekah.
Kisah pertemuan kiai kholil dengan mbah syukur
Mbah syukur adalah putra
bungsu dari pasangan kiai abdul lathif
dengan ummu rahma , adik kandung syeikh kholil , bangkalan,dalam riwayat memang
mbah syukur hampir tidak tercium oleh
kalangan sejarahwan bahkan sama
sekali tidak ada ulasan tentang masa
hidupnya .akan tetapi resensi lain mencatat
mbah syukur hidup sezaman dengan syeikh kholil sekitar abad ke 19. Ia
diperkirakan lahir tepatnya pada tahun 1835 masehi . syukur kecilpun diasuh langsung oleh kiai abdul lathif
bersama ummu rahma,Ia di didik dengan dasar –dasar ilmu agama , seusai
menginjak remaja kiai abdul lathif pun mengirim putranya itu ke berbagai
pesantren diantaranya: pesantren sidogiri pasuruan , pesantren langitan tuban ,
pesantren termas pacitan dan masih banyak lagi . setelah dirasa cukup
dalam pengembaraan ilmu , mbah syukur pun pulang ketanah kelahiranya ( didesa
kemayoran durasi 1km dari pusat kota bangkalan )dan bertemu dengan kedua orang
tuanya. Selang beberapa tahun , ayahanda mbah syukur , Kiai abdul lathif mengajak
beliau pergi untuk menemui kakak tiri dan sekaligus saudara kandungnya sendiri
“ kholil”. Dengan demikian kiai abdul
lathif menitipkan syukur muda kepada
nyai maryam agar dipertemukan dengan putra sulungnya tersebut. namun Sesaat
setelah itu kiai abdul lathif mulai beranjak pergi, guna berdakwah ke daerah
lain . dalam kurun waktu yang relatif lama akhirnya mereka berdua dapat
bertemu. Kiai kholil yang saat itu usai menuntut ilmu dari tanah suci , spontan
dengan perasaan rindu memeluk erat mbah syukur dengan deraian air mata . sama
halnya mbah syukur yang merangkul kiai
kholil dengan perasaan gembira nan haru
, wajar saja hal ini terjadi , dikarenakan sepasang saudara sekandung ini,
tidak pernah bertemu selama 20 tahun lamanya.
Mendirikan Pesantren
Sepulang
menuntut ilmu dari tanah suci , kiai kholil pada tahun 1861 M. mendirikan
sebuah pesantren di desa cengkubuan , bangkalan . setelah putrinya , siti
khatimah , dinikahkan dengan keponakannya sendiri yaitu kiai muntaha ( muhammad
thaha) , pesantren didesa cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya
tersebut . dan pada tahun 1863 Masehi, mendirikan pesantren lagi didaerah
kademangan , hampir dipusat kota , sekitar 200 meter sebelah barat alun – alun
kota , kabupaten bangkalan .letak pesantren yang baru itu , hanya selang 1 kilo
meter dari pesantren lama dan desa kelahirannya . pesantren yang terakhir ini
kemudian dikenal sebagai pesantren syaikhona kholil.dari pesantren kademangan
inilah KH. Kholil bertolak menyebarkan islam di madura sampai jawa . pada
mulanya beliau membina agama islam di sekitar
bangkalan .baru setelah dirasa cukup baik, mulailah beliau merambah
kepelosok – pelosok yang jauh, hingga menjangkau seluruh madura. pada 1276 hijriah / 1859 masehi , KH. Muhammad
khalil belajar dimekah . dimekah KH. Muhammad khalil al maduri belajar dengan
syeikh nawawi al bantani ( guru ulama indonesia )diantara gurunya dimekkah
ialah : syeikh ustman bin hasan ad dimyati, sayyid ahmad bin zaini dahlan
,syeikh mustafa bin muhammad al- afifi al-maki , syeikh abdul hamid bin mahmud
as syarwani. Beberapa sanad hadist musalsal diterima dari syeikh nawawi al
bantani dan abdul ghani bin subuh bin ismail al bimawi, ( bima ,sumbawa). KH.
Kholil sewaktu belajar dimekkah seangkatan dengan KH. Hasyim Asy’ari , KH.Abdul
wahab hasbulloh , KH. Muhammad dahlan, namun ulama – ulama dahulu punya
kebiasaan memanggil guru sesama rekanya, dan KH.Muhammad kholil yang dituakan
dan dimuliakan diantara mereka. Adapun murid ini sebagai berikut :
·
KH. NGABDUL
SYUKUR ( pengasuh pesantren kepang blimbing sari , banyuwangi)
·
KH. Muhammad hasan sepuh ( pendiri pesantren
zainul hasan genggong probolinggo)
·
KH. HASYIM
Asy’ari ( pengasuh tebu ireng jombang )
·
KH.abdul
wahab hasbullah ( pengasuh pesantren tambak beras jombng )
·
KH.BISRI
syansuri ( pengasuh pesantren denanyar jombang )
·
KH. Abdul
karim ( pendiri pesantren lirboyo)
·
KH.ma’sum
(lasem , rembang )
·
KH.
Munawwir (pendiri pesantren al munawwir krapyak)
·
KH. NAWAWI
( pengasuh pesantren sidogiri )
·
KH. Achmad
shiddiq ( pengasuh pesantren
as-shidiqiyyah jember)
·
KH. As’ad
samsul arifin ( pengasuh pesantren sukorejo situbondo)
·
KH.Abdul
majid bata –bata (pamekasan )
·
KH. Toha (
bata-bata pamekasan)
·
KH. Abi
sujak ( sumenep)
·
KH.Zaini
mun’im ( probolinggo)
·
KH. Khozin
( sidoarjo )
·
KH.Abdullah
mubarok ( tasikmalaya)
·
KH.Mustofa
( macan putih, banyuwangi)
·
KH. Asy’ari
(pediri pesantren darutthalabah bondowoso)
·
Sayyid ali
bafaqih ( bali)
·
KH. Ali
wafa ( tempurejo, jember)
·
KH.
Abdullah faqih ( yang diantarkan mbah syukur pada tahun 1885)
·
KH. Munajad
( nganjuk)
·
KH. Abdul
hadi ( lamongan )
·
KH. Zainul
rasyid ( bondowoso )
·
KH.
Karimullah ( curah damai bondowoso )
·
KH. M.
Thohir ( sumber gayam madura)
·
KH.Hasan
mustofa ( garut )
·
KH. Raden
fakih maskumambang ( gresik )
·
KH. Abdul
manan( pengasuh pesantren minhajut thulab )
·
KH. Harun (
banyuwangi )
IR. Soekarno ( presiden pertama RI ) menurut
penuturan KH. As’ad samsul arifin meski
tidak resmi sebagai santri kiai kholil ,namun ketika sowan ke bangkalan, syekh
kholil memegang kepala bung karno dan meniup ubun-ubunya .
Mbah Syukur Hijrah
Tidak
ada yang tahu persis , kapankah mbah
syukur bertemu dengan kiai kholil, namun selepas pertemuanya dengan kiai
kholil, mbah syukur meninggalkan wilayah
madura, lalu bertolak ke arah timurjawa ( yang diyakini sebagai daerah
blambangan) Disana beliau menimba ilmu dengan seorang kiai bernama kiai mas
muhamad shaleh. Konon dalam riwayat lain disebutkan sebelum mbah syukur
bertolak ke daerah tersebut , kiai kholil memang menyarankan agar mbah syukur menimba
ilmu dan menyebarkan agama islam diwilayah blambangan. Selama pengembaraan ilmu
, mbah syukur sering menyendiri bertahanus
di tengah hutan belantara, tanpa makan dan minum guna untuk menjauhi
perkara fana’ duniawi serta mendekatkan
diri kepada allah swt. Saat mbah syukur masih nyantri diblambangan , mbah
syukur adalah santri kesayangan gurunya , karenanya ia dipercaya untuk beternak
hewan peliharaan milik gurunya. Setiap
hari seusai mengaji mbah syukur selalu meluangkan waktunya untuk mencari
rumput sekaligus memberi makan hewan ternak milik kiainya. Dalam kutipan lain
dijelaskan kiai shaleh sendiri adalah guru spiritual syeikh kholil , sewaktu
mondok dibanyuwangi . tak khayal bila
kiai kholil mengantarkan mbah
syukur sowan kepada kiai shaleh untuk menimba ilmu kepada beliau.
Mengenal Sosok Buyut Mas Shaleh Manggisan
Nama dan kebesaran seorang aulia mas saleh
diwilayah manggisan , kelurahan lateng banyuwangi mungkin hanya dikenal
segelintir masyarakat banyuwangi. sedangkan generasi muda. Ini tentunya masih
belum familiar , tidak banyak diketahui bahwa aulia mas shaleh adalah seorang
cendekiawan muslim yang disegani pada zamanya . berbagai gagasan yang pernah
dilahirkan dalam bentuk kitab pengetahuan keagamaan, pengobatan ,dan
pengetahuan ketuhanan lainya.sangatlah disayangkan semua kitab – kitab itu
terbakar pada tahun 1970 –an seiring dengan terbakarnya sanggar tempat
berlatihnya para pemuda di dekat areal pemakamanya yang didirikan oleh salah
satu keturunanya.tidaklah berlebihan jika seorang mas shaleh dengan
kepandaianya mamapu mencetak murid – muridnya , hingga beberapa diantaranya
menjadi ulama terkemuka di pulau jawa , khususnya jawa timur. Sebut saja kyai
H. Hasyim asy’ari, Kiyai samsul arifin ,kiyai H. abdul hamid pasuruan, kyai
H.kholil bangkalan , kiyai H. Abdullah faqih banyuwangi, kiyai H. Zakaria
pamekasan ,kiyai H. Irsyad banyuwangi, dan yang paling muda adalah kiyai H.
Harun banyuwangi yang merupakan penutur cerita ketika mereka adalah ulama –
ulama yang dahulu pernah menimba ilmu pada dari buyut mas ,sebutan yang banyak
dikenal masyarakat sekitar.mas shaleh dahulu bertempat tinggal dikasepuahan
yaitu wilayah di belakang masjid baiturrahman sekarang atau dikenal juga
kauman, kemudian bergeser ke temenggungan sebuah desa tepat berada di belakang
pendopo kabupaten.diperkirakan pada masa pemerintahan bupati RT. Pringgokusumo
sama dengan RT. Kusumo bersama dengan
saudara lainya yang dikenal dengan nama buyut mas mister dan buyut mas saelan ,
pernah menjadi penasehat bupati pada saat itu .sehingga dahulu dipagar pendopo
bagian belakang terdapat pintu menuju ke tempat tinggal dari ketiganya dan
jalan tersebut tidak boleh dilewati sembarang orang. Saat ini jalan tersebut
sudah ditutup kembali . setelah pemerintah belanda tidak menempatkan bupati
dari keturunan tawang alun , maka buyut mas shaleh bergeser tempat tinggal ke
arah utara yaitu area kebunya sendiri sampai wafat tahun 1918dan dimakamkan
ditempat itu juga bersama dengan buyut mas mister dan buyut mas saelan serta
keturunanya tempat pemakaman itu dikenal dengan keramat manggisan. cerita
tentang kesaktianya yang berkembang dikalangan tua , banyak diceritakan dari
generasi ke generasi .dan itu menjadi kisah yang bisa dijadiakan tauladan untuk
generasi penerusnya . seperti cerita tentang suguhan minuman kopi untuk para
tamunya yang hanya dibuat dengan teko kecil yang hanya cukup diminum satu
kali.. namun ternyata teko itu tetap masih terisi penuh dan selalu dalam
kondisi panas, walaupun terus dtuangkan untuk para tamunya yang datang silih
berganti . demikian juga tutur tentang kejadian salah satu putra beliau yang pertama bernama
panoto.ketika dikebun banyak pohon pepaya yang sudah berbuah ,tiba – tiba tercabut dari akarnya . ternyata
ketika ditanya kepada penjaga kebun , dikebun banyak pohon pepaya dan pohon
lainya yang bertumbangan tercabut dari akarnya .ketika ditanyakan kepada
penjaga kebun , semua itu karena ulah panoto yang sedang menguji ilmu
kanuraganya, dengan mencabuti pohon yang ada, padahal pohon itu sudah berbuah.melihat
kejadian itu , mas shaleh tidak bersikap murka atau marah , akan tetapi
dipanggilnya sang putra itu kehalaman rumahnya . lalu ditancapkan sebatang lidi
dengan cara dilempar begitu saja , sehingga posisi lidi itu itu berdiri diatas
tanah .kemudian sang putra disuruh mencabut lidi itu .dan sungguh ajaib dengan
segala kekuatan yang dimilikinya lidi itu tidak dapat dicabutnya.setelah
dilihat sang putra menyerah , di panggilah salah seorang anak kecil yang lewat
untuk mencabut lidi itu.
Maka dengan mudahnya lidi itu tercabut oleh
anak kecil itu , “punya ilmu belum seberapa itu jangan digunakan untuk
sembarangan yang akhirnya merugikan orang lain , begitu imbauan dari mbah
shaleh menasehati sang putra.buah –buahan yang engkau cabut itu , masih bisa
dirasakan orang lain, dan sang putra hanya bisa terduduk lesu ,sambil menyadari
kesalahanya. Dimasa
hidupnya perkembangan bahasa tulis belum semarak seperti sekarang ini.
Kemampuan masyrakat untuk menulis masih sangat terbatas , dan pada saat itu
yang berkembang hanya huruf –huruf bahasa arab. Hanya kalangan terbatas saja yang
bisa memahaminya. Sehingga untuk pembelajaran pada pesanggrahan –pesanggrahan
banyak menggunakan bahasa simbol sebagai pengganti keterbatasan bahasa tulis
ini.dengan metode simbol atau lambang ini akan membawa kesan dan mudah diingat
. jadi cukup memberikan simbol –simbol tertentu dan sederhana, namun bisa
memberikan makna mendalam.misalnya “sepertilah tanaman padi dalam hidup ini “
simbol tanaman padi memiliki makna yakni semakin berisi semakin merunduk , yang
artinya manusia boleh sombong. Mas saleh memberikan pelajaran –pelajaranyang
mudah diingat anak cucunya .pertama, dikatakanya kalau meninggalnya menunggu
leher putus . kedua orang sakti hanyalah dirinya setelah itu sudah tidak ada
lagi, dan ketiga disebutkan kalau buku-bukunya sudah ditanam dibawah pohon
pecari disekitar pesanggrahanya.dan masih banyak lagi simbol-simbol yang
ditinggalkanya sebagai pesan kepada siapa saja yang mau memperhatikanya.
Keluarga Bupati
Kiai
mas saleh adalah seorang putra dari
raden mas wirjodanoe , adik kandung raden tumenggung pringgokusumo hadiningrat,
bupati kelima banyuwangi, konon raden tumenggung pringgokusumo sendiri
merupakan keturunan mas senepo yang bergelar sinuhun prabu tawang alun raja belambangan
dikala itu.
Menyebarkan agama islam ditanah belambangan
Setelah
dirasa cukup dalam pengembaraan ilmu , mbah syukur mendapat pesan dari kiai
soleh agar menyebarkan agama islam didaerah belambangan. Konon sebelum mbah
syukur beranjak meninggalkan pesantren , beliau dijodohkan oleh santri kiai
soleh sendiri yang bernama masriyyah asal cathuk , ( songgon) yang masih
keturunan KI kidang bunto yang bergelar ( lembu setata ) yang diyakini sebagai adipati
belambangan dimasa itu.
Asal
Usul Lembu Setata Dan Lembu Sakti
Konon ada dua orang pendekar sakti asal kerajaan belambangan,
yang memiliki kesaktian mandraguna , mereka adalah KI kidang bunto dengan gelar
( lembu setata) dan yang satunya KI sejo yang bergelar ( lembu sakti ) , mereka
merupakan kakak beradik, yang sengaja diutus oleh raja bernama R. MAS NUWUNG
dengan gelar danurejo ningrat ( raja belambangan ke IX) untuk membuka lahan di
diwilayah belambangan tengah dan selatan.kemudian mereka berhasil menduduki
wilayah tersebut. Konon atas keberhasilanya mereka di beri gelar lurah dan
kamituwo pertama , yang asumsikan sebagai wilayah cecathuk ( songgon).
Mendirikan Pesanggrahan
Dalam
buku perpustakaan esensi royalty
komprehensif leiden ,belanda. Diceritakan setelah sepulang dari pesantren kiai saleh , mbah syukur kemudian mendirikan
pesanggrahan ( sebagai tempat mengaji
santri ) yang disebut pesantren kepang blimbing sari. Dalam catatan lain
menjelaskan , konon sepulang dari nyantri beliau tidak langsung kembali ke
bangkalan.
Courtesy :Www.Wikipediamaduraserbataua@Google.Com.
FotoKetika
K. Syukur Mengantar K. AbdulahFaqih.



Makam Ayah Kyai Kholil Bangkalan

Oleh:Rizky Vicky Ardiansyah** ( sumbertulisandariReza
Abdul Romhan, di Status @kawulobanikholil )
JALUR DARI ROSULULLOH
KH. Abdul Syukur
Kyai Abdul Latif bin
Kyai Hamim bin
Kyai Abdul Karim bin
Kyai Muharram bin
Kyai Abdul Adzim bin
Kyai Sulasi bin
Kyai Martolaksono bin
Kyai Badrul Budur bin
Kyai Abdurrahman bin
Kyai khotib bin
Sayyid Ahmad Baidhowi bin
Sayyid Sholeh ( Panembahan Pakaos ) bin
Sayyid Ja'far Shodiq ( Sunan Kudus ) bin
Sayyid Usman Haji ( Sunan Ngudung ) bin
Sayyid Fadhol Ali Murtadho ( Raden Santri / Rojo
Pandito ) bin
Sayyid Ibrahim Asmoro ( Tuban ) bin
Sayyid Husein Jamaluddin kubra bin
Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin
Sayyid Abdullah bin
Sayyid Abdul Malik 'Adhomat Khan bin
Sayyid Alawi Amil Faqih bin
Sayyid Muhammad Shohib Mirbat bin
Sayyid Ali Kholi' Qosam bin
Sayyid Alawi
bin
Sayyid Muhammad bin
Sayyid Alawi bin
Sayyid Abdullah Ubaidillah bin
Imam Ahmad Muhajir bin
Sayyid Isa an-Naqib bin
Sayyid Muhammad an-Naqib bin
Imam Ali Al-'Uroidhi bin
Imam Ja'far shodiq bin
Imam Muhammad al-Baqir bin
Imam Ali zaenal abidin bin
Sayyidina Husain bin
Sayyidah Fatimah az-Zahro binti
Rasulullah Muhammad saw
Jalur Sunan Giri (garis perempuan)
1.KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3. Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer,
Bangkalan.
4.Kiai Abdul Karim.
5. Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
6. Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung,
Sukalela, Labeng, Bangkalan.
7. Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di
Petapan, Trageh, Bangkalan.
8. Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
9.Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di
Kuanyar, Bangkalan.
10. Nyai Gede Kedaton (istri Sayyid Muhammad Khathib).
Dimakamkan di Giri, Gresik.
11.Ali Khairul Fatihi / Panembahan Kulon. Dimakamkan
di Giri, Gresik.
12.Sayyid Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri).
Dimakamkan di Giri, Gresik.
13. Maulana Ishaq. Dimakamkan di Pasai.
14. Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai
Gede Kedaton dan Sayyid Muhammad Khathib bertemu.
Maka, melalui jalur Sunan Giri, KH. Abdul Syukur
Banyuwangi adalah generasi ke-34 dari Rasulullah SAW.
Jalur Sunan Gunung Jati (garis perempuan)
1 KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2.Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3. Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di
Bangkalan.
4. Kiai Asror Karomah.
5.Sayyid Abdullah.
6.Sayyid Ali Al-Akba
7. Syarifah Khadijah.
8.Maulana Hasanuddin Dimakamkan di Banten.
9.Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Dimakamkan
di Cirebon.
10.Sayyid Abdullah Umdatuddin.
11. Sayyid Ali Nuruddin/Nurul Alam.
12.Sayyid Husain Jamaluddin Bugis. Disini nasab Nyai
Khadijah dan Kiai Hamim Kholil bertemu.
Maka, melalui jalur Sunan Gunung Jati, KH Syukur
adalah generasi ke-32 dari Rasulullah SAW.
Jalur Basyaiban (garis perempuan)
1.KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3.Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di
Bangkalan.
4.Kiai Asror Karomah.
5.Sayyid Abdullah.
6. Sayyid Ali Al-Akbar.
7. Sayyid Sulaiman. Dimakamkan di Mojo Agung, Jombang.
8.Sayyid Abdurrahman (Suami Syarifah Khadijah binti
Hasanuddin).
9.Sayyid Umar.
10.Sayyid Muhammad.
11.Sayyid Abdul Wahhab.
12.Sayyid Abu Bakar Basyaiban.
13.Sayyid Muhammad.
14.Sayyid Hasan At-Turabi.
15.Sayyid Ali.
16.Al-Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam.
17. Sayyid Ali.
18.Sayyid Muhammad Shahib Mirbat. Disini nasab
keluarga Azmatkhan dan Basyaiban bertemu.
Maka, melalui jalur Sayyid Abdurrahman Basyaiban, KH.
Abdul Syukur Banyuwangi adalah generasi ke-32 dari
1. KH.
Abdul Syukur Banyuwangi
2.Kiai
Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3.Kiai
Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
4. Kiai
Abdul Karim
5.Kiai
Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
6. Kiai
Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
7. Kiai
Selase. Dimakamkan di Selase Petapan, Trageh, Bangkalan.
8. Kiai
Martalaksana. Dimakamkan di Banyu Buni, Gelis, Bangkalan.
9. Kiai
Badrul Budur. Dimakamkan di Rabesan, Dhuwwek Buter, Kuayar, Bangkalan.
10. Kiai
Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
11. Kiai
Khatib. Ada yang menulisnya “Ratib”. Dimakamkan di Pranggan, Sumenep.
12.
Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Ketandar Bangkal). Dimakamkan di Sumenep.
13.
Sayyid Shaleh (Panembahan Pakaos). Dimakamkan di Ampel Surabaya
14.
Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) Dimakamkan di Kudus.
15.
Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung). Dimakamkan di Kudus.
16.
Sayyid Fadhal Ali Al-Murtadha (Raden Santri /Raja Pandita). Dimakamkan di
Gresik.
17.
Sayyid Ibrahim (Asmoro). Dimakamkan di TubanSayyid Husain Jamaluddin Dimakamkan
di Bugis.
19.
Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin. Dimakamkan di Naseradab, Indi
20.
Sayyid Abdullah. Dimakamkan di Naserabad, India.
21.
Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Dimakamkan di Naserabad, India.
22.
Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
23.
Sayyid Muhammad Shahib Mirbath. Dimakamkan di Zhifar, Hadramaut, Yaman.
24.
Sayyid Ali Khali’ Qasam. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
25.
Sayyid Alawi. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
26.
Sayyid Muhammad. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
27.
Sayyid Alawi. Dimakamkan di Sahal, Yaman.
28.
Sayyid Abdullah/Ubaidillah. Dimakamkan di Hadramaut, Yaman.
29.
Al-Imam Ahmad Al-Muhajir . Dimakamkan di Al-Husayyisah, Hadramaut, Yaman.
30.
Sayyid Isa An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
31.
Sayyid Muhammad An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
32.
Al-mam Ali Al-Uradhi. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
33.
Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
34.
Al-Imam Muhammad Al-Baqir. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
35. Al-Imam Ali Zainal Abidin. Dimakamkan di
Al-Madinah Al-Munawwarah.
36. Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib.
Dimakamkan di Karbala, Iraq.
37.
Sayyidatina Fathimah Az-Zahra’ binti Sayyidina Muhammad Rasulillah SAW.
Dimakamkan
di Madinah Al-Munawwarah
Maka,
dari jalur Sunan Kudus, KH. Abdul Syukur Banyuwangi adalah generasi ke-37 dari
Rasulullah SAW.
Jalur
Sunan Ampel (garis perempuan)






Harrah's Hotel and Casino, Las Vegas, NV - MapYRO
BalasHapusHarrah's Las 안동 출장샵 Vegas and its sister property the LINQ Hotel 수원 출장마사지 and Casino, are two of the most 정읍 출장마사지 recognizable landmarks in Las Vegas. In 1990, 나주 출장샵 Harrah's 동해 출장안마