Sabtu, 10 Juni 2017

sejarah & silsilah mbah syukur banyuwangi

Kamis’ 16 Oktober 2014
Mbah syukur banyuwangi
Didesa langgundih , dusun keramat , bangkalan , ada seorang kiai  berbangsa sayyid bernama Asror bin abdullah bin ali al - akbar bin sulaiman basyaiban. Ibu sayyid sulaiman adalah syarifah khadijah binti hasanuddin bin hidayatullah ( sunan gunung jati ).beliau dikenal dengan kiai “asror keramat “ , dinisbatkan pada kampung  beliau . kemudian oleh sebagian orang dirubah menjadi “ asror karomah”, mungkin dalam rangka mengarabkan kalimat “keramat “.beliau menurunkan ulama-ulama besar madura dan jawa.kiai asror memiliki putra dan putri diantara mereka adalah kiai abbas dan kiai hamim , melalui kiai abbas kiai asror memiliki cucu bernama kiai kaffa bil mar’i(sebutan kiai kaffal).dan melalui kiai hamim , beliau memiliki cucu kiai abdul lathif . dan salah seorang  putri kiai asror dinikahkan dengan kiai khotim ,ayah dari kiai Nur hasan pendiri pesantren sidogiri pasuruan. Kiai abdul lathif memiliki putri bernama siti maryam dan siti sa’diyah .kemudian nyai maryam dinikahkan dengan kiai kaffal dan nyai sa’diyah dinikahkan dengan kiai ahmad daerah socah, bangkalan.kiai abdul lathif adalah seorang da’i keliling.beliau menjalani kehidupan sufi yang tidak menghiraukan hal-hal keduniaan. Apalagi sepeninggal  ummu maryam ( ibunyai maryam),sejak saat itu beliau lebih aktif dakwah ke kampung – kampung , beliaupun jarang pulang kerumah karena putri –putri beliau telah bersuami dan telah mandiri .pada suatu hari , setelah beberapa tahun kiai abdul lathif tidak pulang ke rumah ,tiba-tiba beliau datang membawa seorang anak laki-laki kira-kira berumur tujuh tahunan.kiai abdul lathif berkata pada nyai maryam : “wahai maryam , aku telah menikah lagi dan ini adikmu “ kholil”.kutinggalkan ia bersama kalian , didiklah dia sebagaimana aku mendidikmu.”setelah itu kiai abdul lathif pergi lagi sebagaimana biasa.tidak ada yang tahu kapan persisnya kejadian itu . cerita ini mengingatkan kita pada cerita nabi ibrahim as.bagaimana beliau harus meninggalkan ismail  , putra beliau yang masih bayi ,disebuah lembah yang gersang (mekah), sementara beliau harus pergi jauh ke palestina untuk menjalankan tugas dakwah, siapa yang tidak sedih menyimak cerita ini , seorang ayah yang bersabar meninggalkan anaknya yang masih kecil , padahal betapa mnyenangkanya memeluk menatap dan bercanda dengan seusia kholil kecil saat itu.demikin pula dengan nyai maryam , sebenarnya beliau sangat sedih ditinggal oleh sang ayah.diusia yang mulai senja ,inginnya hati nyai maryam merawat sang ayah ,mestinya sang ayah sudah waktunya istirahat .namun nyai maryam sadar bahwa keluarga meraka adalah keluarga pengabdi agama,tidak ada istirahat untuk dakwah sampai ajalpun tiba , istirahat mereka adalah diperaduan abadi bersama para leluhur mereka .menurut sebagian riwayat , sejak saat itu kiai abdul lathif tidak pernah pulang lagi . maka hari itu adalah hari terakhir beliau melihat nyai maryam dan putra sulungnya  beliau itu.
Kelahiran Mbah Syukur
Dalam versi lain diungkapkan setelah sepeninggal ummu maryam ,kiai abdul lathif lebih aktif berdakwah ke kampung –kampung ,beliaupun jarang pulang kerumah, dengan demikian beliaupun ingin mengakhiri masa kesendirianya dengan menikahi gadis tulen asal martajasah yang bernama nyai ummu rahma. kedua pasangan ini dikarunia dua orang putra ( muhammad kholil dan yangsatunya tidak diketahui).namun dalam sejarah mencatat  madura en zijin vorstenhuis, adik dari  syekh kholil sendiri adalah mbah ngabdul syukur , yang konon beliau  gemar bertapa digunung geger bangkalan sebelum berpindah ke ujung timur pulau jawa.sebagian sesepuh keturunan syekh kholil ada yang memperkirakan bahwa syekh kholil lahir pada hari selasa  11 jumadil akhir 1252 H tanggal 27 januari tahun  1820M. sementara mbah syukur lahir pada tahun 1835 masehi.tanpa diketahui tanggal dan bulannya , dalam hitungan masehi syekh kholil dengan mbah syukur berjarak 15 tahun.
Pendidikan
Nyai maryam  bersama sang suami , kiai kaffal ,merawat  dan mendidik kholil kecil . mengajarinya membaca alquran dan ilmu –ilmu dasar agama. Melihat kecerdasan dan bakat kholil kecil, kiai kaffal dan nyai maryam berpikir untuk memondokanya ke sebuah pesantren , agar kholil kecil dapat menimba ilmu dan terdidik lebih serius .maka mereka pun memilih pesantren bunga gresik yang diasuh oleh kiai sholeh itu.tidak berapa lama kemudian setelah kholil kecil mondok dibunga , terjadilah suatu peristiwa yang aneh. Ceritanya suatu ketika kiai sholeh pulang dari dari kondangan dalam keaadan lapar . karena sudah waktunya sholat , maka beliaupun meninggalkan bakul “ berkat”(makanan oleh- oleh kenduren )diatas sebuah meja dan bermaksud memakanya seusai shalat. Kiai sholeh kemudian mengimami sholat dimusholla pesantren bersama santri –santri beliau .ketika sedang shalat itu tiba – tiba ada suara anak kecil tertawa cekikikan di belakang kiai sholeh .setelah sholat selesai  kiai sholeh bertanya dengan nada marah. “ siapa yang tertawa tadi ? maka berkatalah salah seoang santri : “ ini kiai bocah dari madura ini yang tertawa.setelah dzikir kiai sholeh memanggil bocah madura yang tidak lain adalah kiai kholil kecil itu . kiaipun memarahinya dan memukul kakinya dengan tidak terlalu keras seraya berkata “ jangan ulangi lagi ya? Kalau waktu sholat jangan bergurau” maka kholil kecilpun menjawab : “ tapi kiai saya tidak bergurau, kok .saya tertawa karena saya melihat kiai sambil berjoget dan dikepala kiai ada ada bakul nasinya.”mendengar  kata-kata kholil kecil itu , kiai sholeh menjadi terkejut dan heran ,beliau teringat bahwa ketika sedang sholat , beliau memang sedang nasi berkat ,beliau sempat khawatir karena lupa tidak menitipkan nasi berkat itu ,beliau khawatir nasi itu ada yanga memakanya .karena beliau sedang sangat lapar dan dirumah beliau tidak ada makanan lagi selain nasi berkat itu .menyadari hal yang aneh itu kiai sholeh yakin bahwa kholil kecil bukanlah anak sembarangan. Keesokan harinya ,kiai sholeh mengajak beberapa santrinya pergi ke bangkalan untuk menemui kiai kaffal, kiai sholeh langsung berbicara mengenai kholil kecil.” Kiai kafal sebenarnya kholil ini anak siapa? Dia anak mertua saya jadi dia adik ipar saya , saudara istri saya dari lain ibu .
Lalu dimana kiai abdul lathif sekarang ? tidak tahu , beliau memang tidak pernah pulang ,beliau suka kelilling kekampung –kampung untuk berdakwah . beliau menyerahkan kholil kepada kami.
“Kiai kaffal , kholil itu adalah anak yang luar biasa ,saya rasa ,saya kurang pas untuk mendidik dia cari saja kiai lain yang lebih mumpini dari pada saya “.demikianlah inti pembicaraan kiai sholeh dengan kiai kaffal.maka kiai kaffalpun menjemput kholil kecil dari bunga . tidak berapa lama kemudian syekh kholil dipondokkan dipesantren cangaan bangil pasuruan yang  diasuk oleh kiai asyik, berapa tahun kemudian kholilpun sudah mnginjak remaja dan ia pindah ke pesantren kebon candi pasuruan yang diasuh oleh kiai Arif . kholil muda belajar dan tinggal di pesantren kebon candi , namun sambil belajar pada kiai Nurhasan sidogiri .setiap berangkat ke sidogiri ,beliau jalan kaki dari kebon candi yang berjarak kurang lebih tujuh kilo meter dalam perjalanan ,baik pergi maupun pulangnya, beliau membaca yasin empat puluh kali .tiga pesantren itu adalah tempat menimba ilmu syekh kholil secara akurat dan otentik ,selain itu ada beberapa beberapa riwayat bahwa beliau juga pernah mondok didua tempat yaitu pesantren langitan tuban dengan asuhan kiai muhamad Nur ( 1852 – 1870 ) dan pesantren dibanyuwangi dengan asuhan kiai mas sholeh  ( tidak ditemukan)
Selama dipesantren , syekh kholil terkenal sebagai santri yang rajin dan sabar , beliau menjalani hidup yang memprihatinkan karena memang beliau nyantri dengan hidup mandiri tanpa ada yang membiayai .karena beliau banyak memanfaatkan waktu untuk belajar , beliau pun tidak sempat kerja cukup untuk mendapat makanan layak yang layak , dan akibatnya beliau harus makan –makanan yang sangat tidak layak , seperti : makanan sisa , makanan basi yang telah dijemur, kulit semangka, dsb.sebenarnya , hidup seperti itu tidak memperhatikan buat syekh kholil karena beliau memiliki kebanggaan dan kenikmatan lain melebihi  makanan lezat dan hidup mewah , yaitu kenikmatan dan kebanggaan ilmu . maka dari itu ,walaupun beliau menjalani hidup yang memperihatinkan menurut beliau sendiri wajah beliau tidak kalah bersahaja dari teman –teman beliau yang hidupnya berkecukupan.setelah cukup dewasa syeikh kholil bermaksud melanjutkan belajar ke mekah.

Menuntut Ilmu Ke Tanah Haram
Dalam buku “ surat  kepada anjing hitam “ ,saifur rachman  menulis bahwa sebelum belajar dimekah , syekh kholil  belajar kholil belajar di banywangi . saifur rachman berkata: inilah pesantren kiai kholilyang ditempuh dijawa .selama dipesantren ini kholil santri mempunyai kisah tersendiri . pengasuh pesantren ini  mempunyai  kebun kelapa yang sangat luas , kholil santri menjad buruh memetik kelapa dengan upah 80 pohon mendapat tiga sen .semua hasil memetik kelapa disimpan didalam peti lalu dipersembahkan pada kiai. Tentang biaya makan sehari –sehari , kholil santri yang menjalani hidup prihatin . terkadang menjadi pembantu kiai ( khaddam ) kiai , mengisi bak mandi, . bahkan kholil santri sering menjadi juru masak kebutuhan teman-temanya. Dari kehidupan prihatin itu kholil santri mendapat makan Cuma-Cuma, sesudah cukup dipesantren itu, gurunya menganjurkan kholil untuk melanjutkan belajarnyake mekkah . uang dalam peti yang dahulu dihaturkan kepada kiai , kemudian oleh kiai diserahkan kembali pada kholil sebagai bekal belajar di mekah.
Kisah pertemuan kiai kholil dengan mbah syukur
Mbah syukur adalah putra bungsu  dari pasangan kiai abdul lathif dengan ummu rahma , adik kandung syeikh kholil , bangkalan,dalam riwayat memang mbah syukur hampir tidak tercium  oleh kalangan sejarahwan bahkan  sama sekali  tidak ada ulasan tentang masa hidupnya .akan tetapi resensi lain mencatat  mbah syukur hidup sezaman dengan syeikh kholil sekitar abad ke 19. Ia diperkirakan lahir tepatnya pada tahun 1835 masehi . syukur kecilpun  diasuh langsung oleh kiai abdul lathif bersama ummu rahma,Ia di didik dengan dasar –dasar ilmu agama , seusai menginjak remaja kiai abdul lathif pun mengirim putranya itu ke berbagai pesantren diantaranya: pesantren sidogiri pasuruan , pesantren langitan tuban , pesantren termas  pacitan  dan masih banyak lagi . setelah dirasa cukup dalam pengembaraan ilmu , mbah syukur pun pulang ketanah kelahiranya  (   didesa kemayoran durasi 1km dari pusat kota bangkalan )dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Selang beberapa tahun , ayahanda mbah syukur , Kiai abdul lathif mengajak beliau pergi untuk menemui kakak tiri dan sekaligus saudara kandungnya sendiri “ kholil”.  Dengan demikian kiai abdul lathif  menitipkan syukur muda kepada nyai maryam agar dipertemukan dengan putra sulungnya tersebut. namun Sesaat setelah itu kiai abdul lathif mulai beranjak pergi, guna berdakwah ke daerah lain . dalam kurun waktu yang relatif lama akhirnya mereka berdua dapat bertemu. Kiai kholil yang saat itu usai menuntut ilmu dari tanah suci , spontan dengan perasaan rindu memeluk erat mbah syukur dengan deraian air mata . sama halnya mbah syukur yang merangkul  kiai kholil dengan perasaan gembira nan  haru , wajar saja hal ini terjadi , dikarenakan sepasang saudara sekandung ini, tidak pernah bertemu selama 20 tahun lamanya.
Mendirikan Pesantren
Sepulang menuntut ilmu dari tanah suci , kiai kholil pada tahun 1861 M. mendirikan sebuah pesantren di desa cengkubuan , bangkalan . setelah putrinya , siti khatimah , dinikahkan dengan keponakannya sendiri yaitu kiai muntaha ( muhammad thaha) , pesantren didesa cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut . dan pada tahun 1863 Masehi, mendirikan pesantren lagi didaerah kademangan , hampir dipusat kota , sekitar 200 meter sebelah barat alun – alun kota , kabupaten bangkalan .letak pesantren yang baru itu , hanya selang 1 kilo meter dari pesantren lama dan desa kelahirannya . pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai pesantren syaikhona kholil.dari pesantren kademangan inilah KH. Kholil bertolak menyebarkan islam di madura sampai jawa . pada mulanya beliau membina agama islam di sekitar  bangkalan .baru setelah dirasa cukup baik, mulailah beliau merambah kepelosok – pelosok yang jauh, hingga menjangkau seluruh madura. pada  1276 hijriah / 1859 masehi , KH. Muhammad khalil belajar dimekah . dimekah KH. Muhammad khalil al maduri belajar dengan syeikh nawawi al bantani ( guru ulama indonesia )diantara gurunya dimekkah ialah : syeikh ustman bin hasan ad dimyati, sayyid ahmad bin zaini dahlan ,syeikh mustafa bin muhammad al- afifi al-maki , syeikh abdul hamid bin mahmud as syarwani. Beberapa sanad hadist musalsal diterima dari syeikh nawawi al bantani dan abdul ghani bin subuh bin ismail al bimawi, ( bima ,sumbawa). KH. Kholil sewaktu belajar dimekkah seangkatan dengan KH. Hasyim Asy’ari , KH.Abdul wahab hasbulloh , KH. Muhammad dahlan, namun ulama – ulama dahulu punya kebiasaan memanggil guru sesama rekanya, dan KH.Muhammad kholil yang dituakan dan dimuliakan diantara mereka. Adapun murid ini sebagai berikut :
·       KH. NGABDUL SYUKUR ( pengasuh pesantren kepang blimbing sari , banyuwangi)
·        KH. Muhammad hasan sepuh ( pendiri pesantren zainul hasan genggong probolinggo)
·       KH. HASYIM Asy’ari ( pengasuh tebu ireng jombang )
·       KH.abdul wahab hasbullah ( pengasuh pesantren tambak beras jombng )
·       KH.BISRI syansuri ( pengasuh pesantren denanyar jombang )
·       KH. Abdul karim ( pendiri pesantren lirboyo)
·       KH.ma’sum (lasem , rembang )
·       KH. Munawwir (pendiri pesantren al munawwir krapyak)
·       KH. NAWAWI ( pengasuh pesantren sidogiri )
·       KH. Achmad shiddiq  ( pengasuh pesantren as-shidiqiyyah jember)
·       KH. As’ad samsul arifin ( pengasuh pesantren sukorejo situbondo)                                                                                        
·       KH.Abdul majid bata –bata  (pamekasan )
·       KH. Toha ( bata-bata pamekasan)
·       KH. Abi sujak ( sumenep)
·       KH.Zaini mun’im ( probolinggo)
·       KH. Khozin ( sidoarjo )
·       KH.Abdullah mubarok ( tasikmalaya)
·       KH.Mustofa ( macan putih, banyuwangi)
·       KH. Asy’ari (pediri pesantren  darutthalabah   bondowoso)
·       Sayyid ali bafaqih ( bali)
·       KH. Ali wafa ( tempurejo, jember)
·       KH. Abdullah faqih ( yang diantarkan mbah syukur pada tahun 1885)
·       KH. Munajad ( nganjuk)
·       KH. Abdul hadi ( lamongan )
·       KH. Zainul rasyid ( bondowoso )
·       KH. Karimullah ( curah damai bondowoso )
·       KH. M. Thohir ( sumber gayam madura)
·       KH.Hasan mustofa ( garut )
·       KH. Raden fakih maskumambang ( gresik )
·       KH. Abdul manan( pengasuh pesantren minhajut thulab )
·       KH. Harun ( banyuwangi )
IR. Soekarno ( presiden pertama RI ) menurut penuturan KH. As’ad samsul arifin  meski tidak resmi sebagai santri kiai kholil ,namun ketika sowan ke bangkalan, syekh kholil memegang kepala bung karno dan meniup ubun-ubunya .
Mbah Syukur Hijrah
Tidak ada yang tahu persis , kapankah  mbah  syukur bertemu dengan kiai kholil, namun selepas pertemuanya dengan kiai kholil, mbah syukur  meninggalkan wilayah madura, lalu bertolak ke arah timurjawa ( yang diyakini sebagai daerah blambangan) Disana beliau menimba ilmu dengan seorang kiai bernama kiai mas muhamad shaleh. Konon dalam riwayat lain disebutkan sebelum mbah syukur bertolak ke daerah tersebut , kiai kholil memang menyarankan agar mbah syukur menimba ilmu dan menyebarkan agama islam diwilayah blambangan. Selama pengembaraan ilmu , mbah syukur sering menyendiri bertahanus  di tengah hutan belantara, tanpa makan dan minum guna untuk menjauhi perkara fana’ duniawi serta  mendekatkan diri kepada allah swt.  Saat mbah  syukur masih nyantri diblambangan , mbah syukur adalah santri kesayangan gurunya , karenanya ia dipercaya untuk beternak hewan peliharaan milik  gurunya. Setiap hari seusai mengaji  mbah syukur  selalu meluangkan waktunya untuk mencari rumput sekaligus memberi makan hewan ternak milik kiainya. Dalam kutipan lain dijelaskan kiai shaleh sendiri adalah guru spiritual syeikh kholil , sewaktu mondok dibanyuwangi . tak khayal bila  kiai  kholil mengantarkan mbah syukur sowan kepada kiai shaleh untuk menimba ilmu kepada beliau.

Mengenal Sosok Buyut Mas Shaleh Manggisan
Nama dan kebesaran seorang aulia mas saleh diwilayah manggisan , kelurahan lateng banyuwangi mungkin hanya dikenal segelintir masyarakat banyuwangi. sedangkan generasi muda. Ini tentunya masih belum familiar , tidak banyak diketahui bahwa aulia mas shaleh adalah seorang cendekiawan muslim yang disegani pada zamanya . berbagai gagasan yang pernah dilahirkan dalam bentuk kitab pengetahuan keagamaan, pengobatan ,dan pengetahuan ketuhanan lainya.sangatlah disayangkan semua kitab – kitab itu terbakar pada tahun 1970 –an seiring dengan terbakarnya sanggar tempat berlatihnya para pemuda di dekat areal pemakamanya yang didirikan oleh salah satu keturunanya.tidaklah berlebihan jika seorang mas shaleh dengan kepandaianya mamapu mencetak murid – muridnya , hingga beberapa diantaranya menjadi ulama terkemuka di pulau jawa , khususnya jawa timur. Sebut saja kyai H. Hasyim asy’ari, Kiyai samsul arifin ,kiyai H. abdul hamid pasuruan, kyai H.kholil bangkalan , kiyai H. Abdullah faqih banyuwangi, kiyai H. Zakaria pamekasan ,kiyai H. Irsyad banyuwangi, dan yang paling muda adalah kiyai H. Harun banyuwangi yang merupakan penutur cerita ketika mereka adalah ulama – ulama yang dahulu pernah menimba ilmu pada dari buyut mas ,sebutan yang banyak dikenal masyarakat sekitar.mas shaleh dahulu bertempat tinggal dikasepuahan yaitu wilayah di belakang masjid baiturrahman sekarang atau dikenal juga kauman, kemudian bergeser ke temenggungan sebuah desa tepat berada di belakang pendopo kabupaten.diperkirakan pada masa pemerintahan bupati RT. Pringgokusumo sama  dengan RT. Kusumo bersama dengan saudara lainya yang dikenal dengan nama buyut mas mister dan buyut mas saelan , pernah menjadi penasehat bupati pada saat itu .sehingga dahulu dipagar pendopo bagian belakang terdapat pintu menuju ke tempat tinggal dari ketiganya dan jalan tersebut tidak boleh dilewati sembarang orang. Saat ini jalan tersebut sudah ditutup kembali . setelah pemerintah belanda tidak menempatkan bupati dari keturunan tawang alun , maka buyut mas shaleh bergeser tempat tinggal ke arah utara yaitu area kebunya sendiri sampai wafat tahun 1918dan dimakamkan ditempat itu juga bersama dengan buyut mas mister dan buyut mas saelan serta keturunanya tempat pemakaman itu dikenal dengan keramat manggisan. cerita tentang kesaktianya yang berkembang dikalangan tua , banyak diceritakan dari generasi ke generasi .dan itu menjadi kisah yang bisa dijadiakan tauladan untuk generasi penerusnya . seperti cerita tentang suguhan minuman kopi untuk para tamunya yang hanya dibuat dengan teko kecil yang hanya cukup diminum satu kali.. namun ternyata teko itu tetap masih terisi penuh dan selalu dalam kondisi panas, walaupun terus dtuangkan untuk para tamunya yang datang silih berganti . demikian juga tutur tentang kejadian salah satu  putra beliau yang pertama bernama panoto.ketika dikebun banyak pohon pepaya yang sudah berbuah  ,tiba – tiba tercabut dari akarnya . ternyata ketika ditanya kepada penjaga kebun , dikebun banyak pohon pepaya dan pohon lainya yang bertumbangan tercabut dari akarnya .ketika ditanyakan kepada penjaga kebun , semua itu karena ulah panoto yang sedang menguji ilmu kanuraganya, dengan mencabuti pohon yang ada, padahal pohon itu sudah berbuah.melihat kejadian itu , mas shaleh tidak bersikap murka atau marah , akan tetapi dipanggilnya sang putra itu kehalaman rumahnya . lalu ditancapkan sebatang lidi dengan cara dilempar begitu saja , sehingga posisi lidi itu itu berdiri diatas tanah .kemudian sang putra disuruh mencabut lidi itu .dan sungguh ajaib dengan segala kekuatan yang dimilikinya lidi itu tidak dapat dicabutnya.setelah dilihat sang putra menyerah , di panggilah salah seorang anak kecil yang lewat untuk mencabut lidi itu.
Maka dengan mudahnya lidi itu tercabut oleh anak kecil itu , “punya ilmu belum seberapa itu jangan digunakan untuk sembarangan yang akhirnya merugikan orang lain , begitu imbauan dari mbah shaleh menasehati sang putra.buah –buahan yang engkau cabut itu , masih bisa dirasakan orang lain, dan sang putra hanya bisa terduduk lesu ,sambil menyadari kesalahanya.                Dimasa hidupnya perkembangan bahasa tulis belum semarak seperti sekarang ini. Kemampuan masyrakat untuk menulis masih sangat terbatas , dan pada saat itu yang berkembang hanya huruf –huruf bahasa arab. Hanya kalangan terbatas saja yang bisa memahaminya. Sehingga untuk pembelajaran pada pesanggrahan –pesanggrahan banyak menggunakan bahasa simbol sebagai pengganti keterbatasan bahasa tulis ini.dengan metode simbol atau lambang ini akan membawa kesan dan mudah diingat . jadi cukup memberikan simbol –simbol tertentu dan sederhana, namun bisa memberikan makna mendalam.misalnya “sepertilah tanaman padi dalam hidup ini “ simbol tanaman padi memiliki makna yakni semakin berisi semakin merunduk , yang artinya manusia boleh sombong. Mas saleh memberikan pelajaran –pelajaranyang mudah diingat anak cucunya .pertama, dikatakanya kalau meninggalnya menunggu leher putus . kedua orang sakti hanyalah dirinya setelah itu sudah tidak ada lagi, dan ketiga disebutkan kalau buku-bukunya sudah ditanam dibawah pohon pecari disekitar pesanggrahanya.dan masih banyak lagi simbol-simbol yang ditinggalkanya sebagai pesan kepada siapa saja yang mau memperhatikanya.
Keluarga Bupati
Kiai mas saleh  adalah seorang putra dari raden mas wirjodanoe , adik kandung raden tumenggung pringgokusumo hadiningrat, bupati kelima banyuwangi, konon raden tumenggung pringgokusumo sendiri merupakan keturunan mas senepo yang bergelar sinuhun prabu tawang alun raja belambangan dikala itu.


Menyebarkan agama islam ditanah belambangan
Setelah dirasa cukup dalam pengembaraan ilmu , mbah syukur mendapat pesan dari kiai soleh agar menyebarkan agama  islam   didaerah belambangan. Konon sebelum mbah syukur beranjak meninggalkan pesantren , beliau dijodohkan oleh santri kiai soleh sendiri yang bernama masriyyah asal cathuk , ( songgon) yang masih keturunan KI kidang bunto yang bergelar ( lembu setata ) yang diyakini sebagai adipati belambangan dimasa itu.
Asal Usul Lembu Setata Dan Lembu Sakti
Konon ada dua orang pendekar sakti asal kerajaan belambangan, yang memiliki kesaktian mandraguna , mereka adalah KI kidang bunto dengan gelar ( lembu setata) dan yang satunya KI sejo yang bergelar ( lembu sakti ) , mereka merupakan kakak beradik, yang sengaja diutus oleh raja bernama R. MAS NUWUNG dengan gelar danurejo ningrat ( raja belambangan ke IX) untuk membuka lahan di diwilayah belambangan tengah dan selatan.kemudian mereka berhasil menduduki wilayah tersebut. Konon atas keberhasilanya mereka di beri gelar lurah dan kamituwo pertama , yang asumsikan sebagai wilayah cecathuk ( songgon).


Mendirikan Pesanggrahan
Dalam buku  perpustakaan esensi royalty komprehensif leiden ,belanda. Diceritakan setelah sepulang dari pesantren kiai  saleh , mbah syukur kemudian mendirikan pesanggrahan  ( sebagai tempat mengaji santri ) yang disebut pesantren kepang blimbing sari. Dalam catatan lain menjelaskan , konon sepulang dari nyantri beliau tidak langsung kembali ke bangkalan.
Courtesy :Www.Wikipediamaduraserbataua@Google.Com.
FotoKetika K. Syukur Mengantar K. AbdulahFaqih.
Description: I:\Untitled-1.jpg
Description: I:\SILILAH.jpg

Makam Ayah Kyai Kholil Bangkalan
Description: I:\kh abd latif (2).JPG

Oleh:Rizky Vicky Ardiansyah** ( sumbertulisandariReza Abdul Romhan, di Status @kawulobanikholil )







JALUR DARI ROSULULLOH
KH. Abdul Syukur
Kyai Abdul Latif bin
Kyai Hamim bin
Kyai Abdul Karim bin
Kyai Muharram bin
Kyai Abdul Adzim bin
Kyai Sulasi bin
Kyai Martolaksono bin
Kyai Badrul Budur bin
Kyai Abdurrahman bin
Kyai khotib bin
Sayyid Ahmad Baidhowi bin
Sayyid Sholeh ( Panembahan Pakaos ) bin
Sayyid Ja'far Shodiq ( Sunan Kudus ) bin
Sayyid Usman Haji ( Sunan Ngudung ) bin
Sayyid Fadhol Ali Murtadho ( Raden Santri / Rojo Pandito ) bin
Sayyid Ibrahim Asmoro ( Tuban ) bin
Sayyid Husein Jamaluddin kubra bin
Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin
Sayyid Abdullah bin
Sayyid Abdul Malik 'Adhomat Khan bin
Sayyid Alawi Amil Faqih bin
Sayyid Muhammad Shohib Mirbat bin
Sayyid Ali Kholi' Qosam bin
Sayyid Alawi  bin
Sayyid Muhammad bin
Sayyid Alawi bin
Sayyid Abdullah Ubaidillah bin
Imam Ahmad Muhajir bin
Sayyid Isa an-Naqib bin
Sayyid Muhammad an-Naqib bin
Imam Ali Al-'Uroidhi bin
Imam Ja'far shodiq bin
Imam Muhammad al-Baqir bin
Imam Ali zaenal abidin bin
Sayyidina Husain bin
Sayyidah Fatimah az-Zahro binti
Rasulullah Muhammad saw



Jalur Sunan Giri (garis perempuan)

1.KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3. Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
4.Kiai Abdul Karim.
5. Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
6. Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
7. Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.
8. Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
9.Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
10. Nyai Gede Kedaton (istri Sayyid Muhammad Khathib). Dimakamkan di Giri, Gresik.
11.Ali Khairul Fatihi / Panembahan Kulon. Dimakamkan di Giri, Gresik.
12.Sayyid Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri). Dimakamkan di Giri, Gresik.
13. Maulana Ishaq. Dimakamkan di Pasai.
14. Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai Gede Kedaton dan Sayyid Muhammad Khathib bertemu.

Maka, melalui jalur Sunan Giri, KH. Abdul Syukur Banyuwangi adalah generasi ke-34 dari Rasulullah SAW.

Jalur Sunan Gunung Jati (garis perempuan)

1 KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2.Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3. Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di Bangkalan.
4. Kiai Asror Karomah.
5.Sayyid Abdullah.
6.Sayyid Ali Al-Akba
7. Syarifah Khadijah.
8.Maulana Hasanuddin Dimakamkan di Banten.
9.Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Dimakamkan di Cirebon.
10.Sayyid Abdullah Umdatuddin.
11. Sayyid Ali Nuruddin/Nurul Alam.
12.Sayyid Husain Jamaluddin Bugis. Disini nasab Nyai Khadijah dan Kiai Hamim Kholil bertemu.

Maka, melalui jalur Sunan Gunung Jati, KH Syukur adalah generasi ke-32 dari Rasulullah SAW.

Jalur Basyaiban (garis perempuan)

1.KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2. Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3.Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di Bangkalan.
4.Kiai Asror Karomah.
5.Sayyid Abdullah.
6. Sayyid Ali Al-Akbar.
7. Sayyid Sulaiman. Dimakamkan di Mojo Agung, Jombang.
8.Sayyid Abdurrahman (Suami Syarifah Khadijah binti Hasanuddin).
9.Sayyid Umar.
10.Sayyid Muhammad.
11.Sayyid Abdul Wahhab.
12.Sayyid Abu Bakar Basyaiban.
13.Sayyid Muhammad.
14.Sayyid Hasan At-Turabi.
15.Sayyid Ali.
16.Al-Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam.
17. Sayyid Ali.
18.Sayyid Muhammad Shahib Mirbat. Disini nasab keluarga Azmatkhan dan Basyaiban bertemu.

Maka, melalui jalur Sayyid Abdurrahman Basyaiban, KH. Abdul Syukur Banyuwangi adalah generasi ke-32 dari









1. KH. Abdul Syukur Banyuwangi
2.Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
3.Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
4. Kiai Abdul Karim
5.Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
6. Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
7. Kiai Selase. Dimakamkan di Selase Petapan, Trageh, Bangkalan.
8. Kiai Martalaksana. Dimakamkan di Banyu Buni, Gelis, Bangkalan.
9. Kiai Badrul Budur. Dimakamkan di Rabesan, Dhuwwek Buter, Kuayar, Bangkalan.
10. Kiai Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
11. Kiai Khatib. Ada yang menulisnya “Ratib”. Dimakamkan di Pranggan, Sumenep.
12. Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Ketandar Bangkal). Dimakamkan di Sumenep.
13. Sayyid Shaleh (Panembahan Pakaos). Dimakamkan di Ampel Surabaya
14. Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) Dimakamkan di Kudus.
15. Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung). Dimakamkan di Kudus.
16. Sayyid Fadhal Ali Al-Murtadha (Raden Santri /Raja Pandita). Dimakamkan di Gresik.
17. Sayyid Ibrahim (Asmoro). Dimakamkan di TubanSayyid Husain Jamaluddin Dimakamkan di Bugis.
19. Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin. Dimakamkan di Naseradab, Indi
20. Sayyid Abdullah. Dimakamkan di Naserabad, India.
21. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Dimakamkan di Naserabad, India.
22. Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
23. Sayyid Muhammad Shahib Mirbath. Dimakamkan di Zhifar, Hadramaut, Yaman.
24. Sayyid Ali Khali’ Qasam. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
25. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
26. Sayyid Muhammad. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
27. Sayyid Alawi. Dimakamkan di Sahal, Yaman.
28. Sayyid Abdullah/Ubaidillah. Dimakamkan di Hadramaut, Yaman.
29. Al-Imam Ahmad Al-Muhajir . Dimakamkan di Al-Husayyisah, Hadramaut, Yaman.
30. Sayyid Isa An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
31. Sayyid Muhammad An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
32. Al-mam Ali Al-Uradhi. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
33. Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
34. Al-Imam Muhammad Al-Baqir. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
35.  Al-Imam Ali Zainal Abidin. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
36.  Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dimakamkan di Karbala, Iraq.
37. Sayyidatina Fathimah Az-Zahra’ binti Sayyidina Muhammad Rasulillah SAW.
Dimakamkan di Madinah Al-Munawwarah

Maka, dari jalur Sunan Kudus, KH. Abdul Syukur Banyuwangi adalah generasi ke-37 dari Rasulullah SAW.

Jalur Sunan Ampel (garis perempuan)


Share:

1 komentar:

  1. Harrah's Hotel and Casino, Las Vegas, NV - MapYRO
    Harrah's Las 안동 출장샵 Vegas and its sister property the LINQ Hotel 수원 출장마사지 and Casino, are two of the most 정읍 출장마사지 recognizable landmarks in Las Vegas. In 1990, 나주 출장샵 Harrah's 동해 출장안마

    BalasHapus

silsilah mbah syukur banyuwangi

Diberdayakan oleh Blogger.